Rabu, 20 April 2011

Candi Cetho

Candi Cetho terletak pada Dukuh Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Cetho ini berada pada ketinggian sekitar 1.400 meter dpl.

Candi Cetho merupakan Candi Hindu peninggalan dari Kerajaan Majapahit, tepatnya akhir Kerajaan Majapahit, saat pemerintahan Prabu Brawijaya V atau Bhre Kertabumi. Fungsi candi ini tidak begitu berbeda dengan candi Hindu lainnya, yaitu sebagai tempat pemujaan kepada dewa. Sampai saat ini pun Candi Cetho masih tetap digunakan oleh penduduk sekitar sebagai tempat beribadah, karena mayoritas penduduk Dukuh Cetho merupakan penganut agama Hindu.

Candi Cetho yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit, memiliki ciri yang banyak ditemui pada candi-candi di Jawa Timur, walaupun letaknya di Jawa Tengah. Salah satu cirinya, yaitu candi utama yang terletak di belakang yang menunjukkan kesakralan.

Saat ini, Candi Cetho yang menghadap ke arah Barat ini, terdiri dari 13 teras, dengan 9 teras diantaranya merupakan pemugaran dari penemuan candi dan teras sisanya merupakan hasil pemugaran yang baru dari candi Cetho tsb pada tahun 1976. Saat ditemukan, candi ini berarkeologi klasik, dengan 11 teras dimuka.

Candi yang memiliki 13 trap/undakan dan tersusun dari Barat ke Timur ini, memiliki gapura yang tinggi menjulang berbentuk Gapura Bentar, yang merupakan salah satu penambahan saat pemugaran dan menjadi salah satu daya tarik dari Candi Cetho.

Gapura Bentar yang ada pada area Candi Cetho

Selain itu, terdapat sebuah suobment yang memanjang di atas tanah yang menjadi ciri khas Candi Cetho, yang menggambarkan nafsu badaniah manusia (nafsu hewani) berbentuk phallus (alat kelamin laki-laki) yang memiliki panjang sekitar 2 meter dengan diapit 2 buah lambang kerajaan Majapahit yang menunjukkan masa pembuatan candi.


Pada candi ini juga terdapat relief pendek yang merupakan cuplikan kisah "Sudhamala". Kemudian dapat ditemui juga pendapa-pendapa yang digunakan saat ada upacara keagamaan, arca-arca, dan sebuah bangunan kubus yang berbentuk seperti Candi Sukuh.


Sayangnya, pemugaran yang sebelumnya telah dilakukan pada tahun 1976 pada Candi Cetho, mendapat kritikan dari para pakar arkeolog, karena dianggap tidak sesuai dan tidak mengikuti pola candi sehingga merusak kesejatian candi. Saat ini, Candi Cetho dikelola oleh Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP 3) Jawa Tengah dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Karanganyar.



Sumber:
-berbagai sumber.
-Foto (Dokumentasi pribadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar