Sabtu, 26 Maret 2011

PENGERTIAN KONSERVASI

Konservasi berasal dari kata Conservation yang terdiri dari kata Con (together) dan servare (keep/save), yang memiliki pengertian upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), secara bijaksana (wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi. Menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang.

Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan, masa depan.

Menurut UU No. 4 Thn 1982, konservasi sumber daya alam adalah pengelolah sumber daya alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumber daya terbarui menjamin kesinambungan untuk persediannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman.

Pengelolaan lingkungan hidup bertujuan :
1. Tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan. Hidup sebagai tujuan membangun manusianindonesia seutuhnya.

2. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.

3. Terwujudnya manusia indonesian dengan pembina lingkungan hidup.

4. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang, dan

5. Terlinduginya negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang meyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.


Sasaran pengolahan lingkungan hidup adalah :
1. Tercapainya keselarasan, keserasian, keseimbangan, antara manusia dan lingkungan hidup,

2. Terwujudnya manusia indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup,

3. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan,

4. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup,

5. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijak sana, dan

6. Terlingdunginya NKRI terhadap dampak usaha dan/atau kegiatan di luar wilayah negara yang memyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.


Apabila merujuk pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :

  1. Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).
  2. Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982).
  3. Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).
Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).


Sumber :

Senin, 07 Maret 2011

Gerbong Khusus Wanita?? Kenapa nggak...

Sudah dengar tentang Gerbong Khusus Wanita? Atau sudah pernah merasakan berada di Gerbong Khusus Wanita?

Apa sih yang dirasakan jika berada di gerbong khusus wanita?

Karena saya, sebagai salah satu wanita pengguna KRL yang berseliweran di Jabodetabek, akan mencoba mengulas sedikit tentang gerbong khusus wanita dan sedikit pengalaman saya mengenai gerbong tersebut.


Peresmian gerbong khusus wanita pada 10 Agustus 2010 lalu, merupakan salah satu fasilitas baru dari KRL yang memberikan kenyaman tersendiri bagi kaum wanita. Fasilitas ini berlaku pada KRL Ekonomi AC, KRL Express atau yang semi ekspres, yaah..yang ber-AC lah.

Sebenarnya, pencetusan ide mengenai gerbong khusus wanita telah lama diajukan dan sempat diujikan pada KRL Ekonomi (jaman-jaman saya SMP atau SMA..haha..). Namun, sayangnya, saat itu tidak seberhasil sekarang. Yaah...wajar sih, penumpang KRL kelas ekonomi jauh lebih banyak dibanding KRL lainnya, faktor harga juga menjadi salah satu penyebabnya.


Berdasaran pengalaman pribadi, Gerbong Khusus Wanita saat ini, sudah benar-benar mulai difungsikan sesuai fungsinya. Mulai dari penghuninya yang otomatis wanita semua (kecuali anak-anak), sampai petugasnya pun wanita (walau terkadang masih ada, petugas pria). Untuk fungsi prioritas tempat duduk pun juga dijalankan sepenglihatan saya. Contohnya, ibu-ibu hamil atau wanita lansia, akan menuju salah satu bagian gerbong yang merupakan tempat duduk khusus yang memprioritaskan ibu hamil ataupun lansia, maksudnya jika ada wanita yang tidak termasuk kategori itu bisa diminta berdiri untuk memberikan tempatnya pada orang-orang yang diprioritaskan tersebut.


Nah, ada pengalaman menarik yang menginspirasi saya menuliskan tulisan ini. Saat saya sedang menaiki KRL Ekonomi AC sepulang kuliah, tepatnya di Gerbong Khusus Wanita, di KRL yang awalnya agak padat. KRL berhenti di stasiun dan banyak penumpangnya turun, sehingga membuat kereta menjadi longgar, adem, dan jelas lebih nyaman. Di salah satu sisi, tertangkap mata oleh salah satu petugas (saya lupa wanita atau pria petugasnya), seorang bapak yang duduk di gerbong khusus wanita. Saat petugas akan menghampiri bapak tersebut, ternyata baru terlihat kalau si bapak seorang tuna netra. Pantas tidak ada yang ribut mengatakan ada pria di gerbong tsb, padahal biasanya langsung diberitahu atau dilihat seperti objek yang aneh oleh wanita satu gerbong, hahaha...

Salah satu ibu yang berdiri dekat dengan TKP pun berkata kepada petugasnya, "Nggak apa-apa, kok. Selama kita nggak ada yang komplain."

Dalam hati, saya meng-iya-kan 100 % ucapan si ibu. Dan berpikir sendiri, ternyata toleransinya terlihat, walaupun si bapak secara gender tidak bisa berada di gerbong wanita, namun kondisinya yang kurang beruntung yang menyebabkannya "terpaksa" berada di tempat tersebut. Lagipula, si bapak kan belum tentu tahu dia berada di gerbong apa saat itu. Yah, intinya sih, saya senang melihat hal seperti itu. :)

Di luar kejadian itu, sebenarnya, gerbong khusus wanita membutuhkan teknik kecepatan dan kegesitan tersendiri dalam mencari tempat duduk (tidak termasuk ibu hamil dan lansia), terutama jika keretanya kosong. Yah, jadi jika sama-sama masih kuat berdiri, kalau mau mendapatkan tempat duduk, kalau tidak dulu-duluan, paling membawa kursi lipat sendiri, mentok-mentoknya berdiri. Hahahaha...


Tapi di luar itu semua, saya pribadi, memang lebih merasakan kenyamanan dan keamanan tersendiri berada di gerbong khusus wanita, bukan bermaksud promosi (walaupun jadinya malah terlihat seperti itu). Dibandingkan jika naik kereta ekonomi yang harus berdesakan dan tingkat keamanannya lebih rawan, kalau penuh dan panas, waah...sumpek sekali. Lagipula, walaupun penuh, jika berada di gerbong wanita tidak akan sepenuh di gerbong campuran, dan tidak terlalu merasa risih jika memang diharuskan berdesakan karena kondisi kereta yang penuh.

Mungkin agak muluk kalau mengharapkan gerbong khusus wanita juga ada di kereta ekonomi. Yah, tapi jika bisa, kenapa nggak kan?! :)

Selasa, 01 Maret 2011

KOTA TUA yang "nggak" tua...

Kawasan Kota Tua, hayooo...siapa nggak tau??
Kalo nggak tau juga nggak apa-apa sih, tapi coba deh dateng ke sini, lumayan loh buat jalan-jalan atau sekedar foto-foto.

Kawasan Kota Tua yang terletak di Jakarta, mudah sekali dijangkau, cuma tinggal jalan kaki dari stasiun Jakarta Kota kalau naik kereta atau jalan kaki dari shelter-nya transjakarta yang di depan stasiun Kota. Hemat ongkos, murah meriah, hahaha...
Karena mudah dijangkau itu, mungkin banyak peminatnya yang datang ke sini. Coba aja jalan-jalan ke Kota Tua, pasti selalu rame. Pengunjungnya sendiri dari berbagai macam kalangan loh, dari yang kecil sampai yang gede. Berbagai macam aktivitas juga yang terdapat di sana.

Shelter Transjakarta dan Stasiun Jakarta Kota yang dekat dengan Kawasan Kota Tua
(Foto: Koleksi Pribadi)

"lorong" penyebrangan
(Foto : Koleksi Pribadi)

Di kawasan Kota Tua ini terdapat beberapa museum, dari Museum Seni dan Keramik, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, dan museum lainnya. Tapi, kalau ke Kota Tua, nggak lengkap rasanya kalau belum mampir ke Museum Fathillah, landmark-nya Kota Tua. Mau masuk, ataupun cuma duduk-duduk di terasnya atau di alun-alun depan Museum Fatahillah.

Museum Wayang (kiri) dan Museum Fatahillah (kanan)
(Foto: Koleksi Pribadi)

Jadi, selain jadi tempat buat refreshing, Kota Tua juga bermanfaat buat menambah edukasi kita, terutama dari museum-museumnya itu. Contohnya nih kalo mau tau tentang Kota Jakarta, masuk deh ke Museum Fatahillah, ada contoh dari prasasti Ciarateun-nya Kerajaan Tarumanegara juga loh!!

Museum yang terdapat di Kota Tua, berada dalam bangunan-bangunan kolonial yang masih ada dan dilestarikan di kawasan tersebut. Jadi bangunannya juga punya sejarah sendiri. Kayak Museum Fathillah yang dulunya dipakai sebagai kantornya Gubernur Belanda.

Nah, kebetulan saya suka jalan-jalan ke sini walaupun nggak sering, jadi saya coba ulas sedikit deh. hehehe...

Aktivitas di alun-alun Museum Fatahillah
(Foto: Koleksi Pribadi)

Kalo lagi jalan-jalan ke sini nih, selain masuk ke museumnya buat nambah pengetahuan, sekalian ngadem, hehe... paling enak itu jalan-jalan muterin kawasan Kota Tua sambil foto-foto, kalo mau juga bisa sewa sepeda ontel buat jalan-jalannya. Nggak sedikit loh, orang-orang yang nyewa sepeda ontel buat jalan-jalan atau cuma sekedar foto-foto bareng sepedanya. Orang yang bawa kamera dari kamera handphone, kamera poket, atau kamera beneran kayak sejenis DSLR juga banyak. Soalnya banyak objek menarik sih yang memang bagus untuk di foto, seperti halnya bangunan-bangunan tua yang menyimpan keindahannya tersendiri walaupun kurang terawat. :)

Bangunan di Kawasan Kota Tua
(Foto : Koleksi Pribadi, (plus jepretan yang ada valine-ny)) :)

Salah satu tempat yang paling asik buat 'nongkrong', maenin sepeda ontel, foto-foto, ataupun ngeliat berbagai macam atraksi, yaitu kalo lagi di alun-alun depan Museum Fathillah. Alun-alun serbaguna lah itu, hahaha.

Di alun-alun Kota Tua, sering sekali berbagai macam atraksi ditampilkan. Saat saya jalan-jalan di Kota Tua, dari ondel-ondel, kuda lumping, promosi obat tapi pake atraksi kayak gaib-gaib gitu, atraksi pake sepeda, sampai sesi latihan penarinya Marching Band Mandiri Heritage , sudah saya lihat.

Berbagai macam atraksi di Kota Tua
(Foto : Koleksi Pribadi)

Biasanya sih, saat hari-hari libur, alun-alun ini dikunjungi berbagai manusia, ramai sekali. Segala jajanan keluar dari sarangnya, begitu juga penjual asesoris, dan teman-temannya, hahaha. Nah, saat hari kerja, walau tidak seramai, tumplek blek seperti hari libur, kawasan Kota Tua tidak pernah kehilangan pengunjungnya.
Salah satu sudut di Kawasan Kota Tua
(Foto : Koleksi Pribadi)

Nah, ada yang pernah lihat alun-alun Kota Tua di malah hari??
Nggak kalah bagusnya dari siang hari, malah lebih romantis loh kalo malam, dengan lampu-lampu yang ditanam (jadi kayak spotlight gitu) dan menerangi alun-alun dan Museum Fathillah.

Museum Fatahillah di malam hari
(Foto : Google image)

Kota Tua emang nggak pernah "tua" deh!! hahaha... :))